NOVEL BERCINTA DALAM TAHAJJUDKU BAG (2)

Posted by sigit pur Sabtu, 13 April 2013 0 komentar
BAG 2



"Sebuah mobil telah menabrak seorang wanita yg sedang menyebrang jalan.Korban adalah Kisi Carissa.Menurut para saksi korban menyeberang sambil melamun.Hingga saat ini korban masih dalam penanganan medis di RSUD Indah."

Kisi carissa terbaring lemah,setelah ia bersedih dimakam kini ganti ia yg mengundang kesedihan keluarganya.Oh begitu cepatkah takdir Tuhan? Tadi sejam yg lalu,Ia menyalahkan takdir Tuhan dan sekarang ia malah tak berani menantang Tuhannya dg tubuh remuk rendam.Kini Ia hanya bisa menanti kemurahan Tuhannya agar memberinya kesempatan kedua menjalani hidupnya.Apakah masih bisa diteruskan skenario Tuhan yg rumit ini?

Nafasnya terputus dan jantungnya berhenti berdenyut,para dokter mengerumuninya bagai berebut sepotong kue.Keluarganya pun pasrah.. Malaikat Izroil memanggil namanya berulang kali lewat kidung kematian yg bergema pada setiap sudut dinding rumah sakit.Apa Ia akn mati? Tegakah Ia pada orang tuanya untuk pergi selamanya? Senangkah Ia bertemu dg orang yg dicintainya? Siapakah Ia dg segala amal perbuatannya? Siapakah ia bertemu dg Rabbnya yg maha agung?



"Oh Allah,apakah aku akan mati?" Pekiknya sedih dan senang.

Dan pikirannya,kembali kemasa itu....



******

Pagi2 kisi sudah marah-marah.Wah,wah,­bisa gawat nih!

"Aduh papa mana sih,ma? Kok belum pulang juga? Kisi kan mau sekolah.Nanti telat!" Omel kisi sambil mondar mandir didepan pintu rumah.Matanya kembali melirik jam tangan Twenty pemberian papa pada ulang tahun 13 nya.Lucu memang kalau anak SMA masih pakai jam yg model begituan.

"Sabar dong,papa kan shif 3,sayang.pulangnya baru 5 menit lagi,lagian baru pukul 6 bel masuk kan pukul 7," bujuk mama seraya mendekati Anak gadisnya itu.



"Ah,mama! Kisi ada janji dg Agus mau menyebarkan majAlah baru sebelum pelajaran dimulai.Udah deh,Kisi naik angkot aja!" Kata Kisi lalu mencangklong tasnya dimeja.



"Tapi,Kis..."



"Nggak ada waktu lagi,Ma.Nanti Pak Slamet marah lagi sama Kisi karena nggak menepati janji.Kisi berangkat ya,Ma.Bye!"



"Bye juga..."

Dengan bergegas,Kisi menuju depan gang."Aduh,udah sepi.kok aneh ya?" Batinnya.Ekor matanya kembali melirik jam tangan.

"Astaganaga kecebur kali!" Ia berseru kaget."Twentyku mati! Pantas dari tadi kok jam 6 trus.Waduh,pasti Mama belum liat jam dinding nih! Pasti Papa lembur.Mana angkotnya ya?"

Dengan bingung Kisi muter2 kaya angin tornado didepan gang dan sejenak Ia berhenti didepan wartel milik Pak Tony yg baru buka.Terlihat disana Mbak Nona lagi menata jualannya.

"Pagi Mbak Nona," sapa Kisi sambil mendekat,yg disapa pun tersenyum manis.

"Pagi juga,Kis.Nggak sekolah?" Tanya Mbak Nona heran. "Tumben ini bocah mampir kesini,biasanya melirik saja nggak." Batin Mbak Nona.



"Sekolah sih,cuma jamku rusak,mau numpang liat jam."

"Boleh saja,Kis.Masa melihat jam nggak boleh? Tuh!" Tunjuk Mbak Nona kearah dinding.

"Hah?! Jam setengah tujuh?! Ya amplop! Agus pasti marah2 nih! Udah ya,Mbak,makasih!"

Secepat kilat Kisi kembali kedepan gang dan langsung menyetop sebuah angkot."Ah,syukur masih ada angkot lewat." Ia bernafas lega.Tapi tunggu,angkot itu bukan jurusan kesekolah.Kemana? Oh rupanya keterminal!

"Lho Pak,kok belok sini sih?" Tanya Kisi

"Kemana lagi,Mbak? Ini pelabuhan terakhir," canda sopir.Tapi Kisi tak berniat bergurau.

"N..ng..nggak ke Tunas bangsa?" Tanya Kisi diluar angkot.



"Mbak,kalau mau ke Tunas bangsa pakai angkot warna putih abu2 itu.kalau ini sih,kesini aja,Mbak.Bensin irit!"

"Ah aku kan biasa diantar Papa! Nih,uangnya,makasih,­Pak! Jalan kemana ya,Pak?"

"Lurus aja,Mbak.Ada gang terus masuk belok kiri lurus."

"Makasih,Pak!"



Kisi berlari dg cepat.Kalau lebih teliti,Ia bisa saja naik angkot yg berhenti tepat didepan sekolah dan itu lebih hemat tenaga tapi menguras dompet juga sih.Lho? Ya iyalah,mana mau abang sopir ngasih gratisan? Ya mesti bayar dong! Tapi,Kisi nggak ambil pusing dg hal itu.Kini,Ia sampai didepan SMA Tunas bangsa dg nafas ngos-ngosan.Eh,tungg­u deh,makhuk kece yg tadi duduk didepan Kisi ternyata turun didepan sekolahnya.Mereka hampir saja bertabrakan.



"Aduh,sori,maaf ya!" Kata Kisi.Badannya limbung,namun cepat2 Ia pegangan pada gerbang sekolah,Ia mengatur nafasnya baik-baik.

"Nggak apa2 kok.Dari pada kamu lari2 lebih baik tadi naik angkot warna orange.Permisi."

Kisi tertegun,suara itu begitu dalam dan tulus.Kisi memandang punggung pria itu.Siapa sih dia? Jadi penasaran deh,ah masa bodoh.Yang terpenting sekarang menemui Agus dan Pak Slamet pasti mereka marah besar nih.

Kisi tiba didepan ruang majalah,hatinya deg-degan karena takut.Bel masuk pun sudah berbunyi dari tadi.Tapi,Ia nggak peduli Ia harus tetap menemui Agus.Dengan pelan,Kisi membuka pintu dan masuk.



"Dari mana saja kamu?" Teriak Agus marah. "Nih liat,majalh belum didistribusikan padahal udah banyak yg antri didepan pintu! Dimana tanggung jawabmu sebagai kepala pendistribusian dan kepala jurnalistik?"

Aduh,Agus klo marah serem! Kisi jadi mengkeret,pakai menunjuk-nunjuk lagi! Untung Pak Slamet lagi nggak ditempat.Coba kalau ada disitu juga,waaah,bisa berabe!



"Sori Gus,tadi salah naik angkot.Nggak ada yg mengantar,twentyku dan... Dan.. Kamu tahu kan aku nggak pernah naik angkot," ucap Kisi lirih.Agus jadi tersentuh,bagaimana juga Kisi sudah seperti saudaranya sendiri.Udah bersahabat sejak lama.



"Oke deh,aku maklum.Kamu kan anak Papa,nggak pernah tau jalan.Sekarang kamu mesti buat rubrik khusus tentang kegiatan rohis disekolah kita." Suara Agus melunak dan Kisi bernafas lrga,Dia kemudian duduk didepan Agus tapi matanya terbelalak saat telinganya mendengar kata 'rohis' makanan jenis apa itui?

"Apaan tuh,kok aku baru denger?"



"Kegiatan ekskul baru disekolah kita.Berdiri baru beberapa hari,kegiatannya tentang kajian Islam kepada remaja."

"Terus.aku mesti ngapain?"



"Kamu tulis segala kegiatannya,apa yg dibicarakan setiap jum'at.Mengerti nggak sih?!" Agus kembali gemas.

"Tadi kamu kan udah ngomong kalau kegiatannya tentang kajian agama Islam,terus kenapa mesti dibuat rubrik khusus?"



"Itu kan cuma intinya doang,secara garis besar belum.Kajian agama Islam kan banyak,Kis.Sekalian kamu bikin kusioner.Buat,apa alasan apa mereka ikut ekskul itu,Oke?"

"Oke bos.Aku ke kelas dulu ya! Jum'at besok aku beroprasi." Kisi membuka pintu tapi sebelum Ia menutupnya,Ia berbalik dan menatap Agus.Agus jadi heran.

"Ada yg perlu ditanyakan?"



"E...anu...I...itu tempat ekskulnya dimana?"

"Ya dimasjid sekolah dong! Dimana lagi? Masa dikantin? Namanya juga kajian Islam,kamu Islamkan?"

"He...he...he...Jela­s dong! Cuma kalau kajian Islam aku nggak tau.see you...!"

Brak!!! Pintu pun tertutup dg keras.Kisi melenggang santai ke kelas.Kegiatan apa tadi? Mukhlis? Rukhis? Aduh apa ya tadi? Ro..rohis.Ya,rohis.K­ok aneh ya? Diujung lorong,hati Kisi tambah deg-degan begitu akan melewati kelas 1.6.Lho apa hubungannya dg hatinya? Karena,itu kelas cowok impiannya.Dengan gugup,Kisi berjalan melewati kelas itu.Kisi melirik dari jendela kaca,Ia bisa melihat si idaman hati.Ah...kuch-kuch hota hai! Kisi menatapnya dan...



Braaakkkk!!!

Bug...!!!

"Maaf...!

***

Malamnya,Kisi sedang asyik duduk2 didepan rumah bersama Papa.

"Pa,Kisi itu manja banget ya?" Tanya kisi bersandar dipundak Papanya.

"Nggak usah diomongin pun kamu tuh udah manja,memang kenapa? Tumben tanya2?" Papa membelai rambut Kisi.



"Nggak kenapa2 sih.Begini tadi Papa telat datang,eh Kisi ikut telat mana salah naik angkot lagi jadinya ya,ngos-ngosan saat sampai disekolah.Kisi mulai besok berangkat sendiri saja,ya,biar bisa mandiri.Nggak manja terus."

"Nah gitu dong! Kalau beginikan,Papa kalau pergi bisa tenang."



"Maksud Papa?" Kisi menegakkan tubuhnya dan menatap Papanya.

"Dengan begini,kalau Papa nggak ada kamu bisa menjaga mama."

"Iya,iya,Kisi bakal menjaga Mama.Eh,Pa,masa tadi disekolah Kisi ditabrak sama orang.Jatuh deh!"

"Makanya kalau jalan liat2,nggak boleh banyak melamun.Untung bukan truk lagi pula mata kamu pasti kelayapan kemana-mana,jadinya nggak liat didepan ada orang."



"Ye...,nggak salah Kisi semua dong,Pa! Mungkin itu orang lagi melamun.Tapi,mata Kisi nggak kelayapan kemana-mana kok Pa,tetap dirongga mata," elak Kisi.

"Mata kamu memang masih situ,maksud Papa kamu pasti lagi meleng.Melihat cowok2 yg lagi belajar dikelas,Iya kan?"

"Iya,iya Kisi yg meleng.Kisi salah.Udah deh Pa,nggak usah dibahas lagi.Kisi mau tidur,capek!"

Kisi pun langsung menuju kamarnya meninggalkan Papa seorang diri diteras rumah yg kemudian ditemani Mama hingga larut.Dikamar,Kisi nggak langsung tidur,Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur dan membuka buku hariannya dan jemarinya mulai menari diatas buku hariannya itu.

***
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: NOVEL BERCINTA DALAM TAHAJJUDKU BAG (2)
Ditulis oleh sigit pur
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://motivasihebatku.blogspot.com/2013/04/novel-bercinta-dalam-tahajjudku-bag-2.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Redesigned by Info Terbaru Original by Bamz | Copyright of SEPIRIT MOTIVASI KU. Untuk SEO lebih lanjut kunjungi Trik SEO terbaru.